MALANG – Kawah candradimuka bagi para calon anggota junior Paskibra SMA Negeri 10 Malang resmi dibuka. Selama dua hari, Jumat dan Sabtu (23-24 Januari 2026), Paskibra Tantrin Dharmadvajin sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Junior (DIKJUN) sebagai bagian krusial dari proses kaderisasi organisasi.
Kegiatan ini bukan sekadar latihan fisik, melainkan sebuah misi untuk membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan. Di bawah pengawasan ketat pembina dan pendampingan dari kakak-kakak senior, para peserta ditempa untuk memiliki mental yang kuat serta loyalitas tinggi terhadap organisasi.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terstruktur, mulai dari pembinaan sikap, latihan fisik terarah, hingga penyampaian materi dasar keorganisasian. Tak hanya itu, sesi evaluasi menjadi poin penting dalam kegiatan ini. Di sini, para peserta dilatih untuk menerima masukan secara terbuka dan memperbaiki sikap, sebuah proses pembelajaran untuk membentuk pribadi yang adaptif.
“Melalui DIKJUN ini, kami membiasakan mereka untuk menghargai waktu dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi,” ujar salah satu tim penyelenggara di sela-sela kegiatan.

Momen yang paling dinantikan terjadi pada puncak kegiatan, yaitu Pengukuhan Junior Paskibra. Prosesi ini menjadi simbol resmi bahwa para peserta telah sah menjadi bagian dari keluarga besar Tantrin Dharmadvajin.
Menariknya, kemeriahan pengukuhan tidak berakhir di sana. Sebagai bentuk pembelajaran organisasi yang nyata, kegiatan dilanjutkan dengan Voting Komandan Umum dan Komandan Muda. Proses demokrasi internal ini dilakukan untuk melatih keberanian peserta dalam menyampaikan pilihan sekaligus mengenal struktur kepemimpinan secara mendalam.

Secara keseluruhan, DIKJUN 2026 berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Semangat antusiasme peserta menunjukkan bahwa generasi baru Paskibra SMAN 10 Malang siap bertugas dengan penuh integritas dan kedisiplinan tinggi.
Ditulis Oleh : Almira & Tim Kesiswaan




