Senin, 2 Februari 2026 – Lapangan Upacara SMA Negeri 10 Malang
Pagi yang cerah menyinari Lapangan SMA Negeri 10 Malang, menciptakan suasana semangat dan penuh harapan bagi seluruh warga sekolah. Sejak pukul 07.00 WIB, ketika matahari mulai naik perlahan di ufuk timur, ratusan peserta didik dari berbagai kelas, guru, serta tenaga kependidikan telah berkumpul dengan tertib membentuk barisan rapi di lapangan upacara. Angin sepoi-sepoi menambah kenyamanan acara, sementara suara lagu Indonesia Raya yang mengalun dari pengeras suara menjadi pembuka yang membangkitkan semangat kebangsaan. Upacara bendera pagi ini tidak hanya rutinitas mingguan, melainkan momen strategis dalam pembinaan karakter pelajar, sejalan dengan program Bimbingan Konseling (BK) sekolah yang menekankan pengembangan disiplin, kepemimpinan, dan kesadaran hukum bagi generasi muda.
Suasana upacara berlangsung khidmat sepanjang durasi, menghadirkan nuansa disiplin, kebersamaan, serta rasa hormat yang mendalam terhadap nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan dimulai tepat waktu dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera yang terdiri dari pengurus OSIS dan MPK, diiringi lagu Garuda di Dadaku yang dinyanyikan dengan penuh khidmat oleh seluruh peserta. Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila oleh seorang guru senior, diikuti Sumpah Pemuda yang dipimpin oleh perwakilan siswa kelas XII. Puncaknya adalah pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia yang terdiri atas lima poin utama: (1) setia kepada NKRI dan Pancasila, (2) menjunjung tinggi hukum dan disiplin, (3) menjaga persatuan dan kesatuan, (4) bertanggung jawab terhadap diri dan lingkungan, serta (5) terus belajar dan berkarya untuk bangsa. Pembacaan ini diikuti dengan penuh perhatian oleh seluruh peserta, menegaskan komitmen bersama dalam menjaga sikap, perilaku, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Pada kesempatan istimewa ini, Bapak Zulman Fahmi, S.H., selaku Kepala Seksi Pengawasan (Kasiwas) Polresta Malang, hadir secara khusus dan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kehadirannya menjadi sorotan utama, memperkuat sinergi antara sekolah dan aparat penegak hukum dalam mendukung pendidikan karakter. Dalam amanatnya yang disampaikan dengan penuh wibawa sekitar pukul 07.20 WIB, Bapak Zulman Fahmi menyampaikan pesan pembinaan yang sarat nilai moral dan relevan dengan tantangan remaja masa kini. Beliau membuka amanat dengan mengapresiasi tertibnya upacara, kemudian mengajak para pelajar untuk menanamkan nilai disiplin sebagai dasar utama dalam bersikap dan bertindak, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas. “Disiplin bukan sekadar ketaatan pada aturan, tetapi fondasi membangun karakter pelajar yang bertanggung jawab dan berintegritas,” tegas beliau.
Lebih lanjut, Bapak Zulman menekankan pentingnya kesadaran hukum sejak usia remaja. Ia menjelaskan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi hukum, dan menaati aturan merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, keluarga, serta negara. Beliau memberikan contoh konkret tentang kasus kenakalan remaja yang sering terjadi di Malang, seperti tawuran antar pelajar atau penyalahgunaan media sosial untuk bullying, serta dampaknya yang bisa menghambat masa depan. Puncak amanat difokuskan pada peringatan anti-narkoba dan kenakalan remaja. Dengan data terkini dari Polresta Malang, beliau menyebut bahwa penyalahgunaan narkoba telah merenggut potensi ribuan pemuda, sehingga para siswa diharuskan memilih pergaulan sehat, memanfaatkan waktu untuk kegiatan positif seperti OSIS/MPK, olahraga, atau belajar, agar tumbuh menjadi generasi berprestasi, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Amanat ditutup dengan doa bersama dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.
Upacara pun diakhiri pukul 07.45 WIB dengan lagu Indonesia Pusaka dan pembubaran barisan secara teratur. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari pendampingan OSIS/MPK, tim kesiswaan, dan seluruh warga sekolah, yang telah menyiapkan segalanya sejak Sabtu sebelumnya. Secara keseluruhan, upacara ini memberikan dampak positif bagi pengembangan emosional dan intelektual siswa, sejalan dengan program inklusif education di SMA Negeri 10 Malang. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus melibatkan narasumber eksternal untuk memperkaya wawasan siswa tentang leadership, career guidance, dan pencegahan kenakalan remaja.
Disunting Marcom




