Malang, 13 Juni 2025 — SMA Negeri 10 Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Hari Belajar Guru (HBG) dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Acara ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media dan strategi pembelajaran yang inovatif dan kontekstual.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh pembawa acara dari tim UPTMPS, Bu Titien Prasetyawati, S.Pd., yang memberikan sambutan hangat dan apresiasi atas semangat para pendidik dalam mengikuti kegiatan ini.

Paparan Materi Inovatif dan Kontekstual
Sesi pertama diisi oleh Bu Intan Ayu Krisna Mukti–guru Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia–yang membagikan pengalaman dan ilmu dari workshop yang diikutinya pada tanggal 26–28 Mei 2025. Workshop tersebut berfokus pada penyusunan modul ajar untuk mata pelajaran muatan lokal. Sebagai implementasi, Bu Intan memilih mata pelajaran Bahasa Jawa dengan topik “Upacara Adat Siraman”. Beliau memaparkan struktur modul ajar yang telah disusun, serta menunjukkan dokumentasi video praktik siswa saat melaksanakan upacara adat tersebut di sekolah. Kegiatan ini dinilai efektif dalam membangun pemahaman siswa terhadap nilai-nilai budaya lokal.

Bu Intan juga memperkenalkan aplikasi Plotagon, sebuah platform pembuatan video pembelajaran berbasis animasi. Aplikasi ini dinilai praktis dan cocok digunakan untuk berbagai mata pelajaran, terutama yang bersifat naratif seperti Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia.
Materi kedua disampaikan oleh Bapak Mahmud Yunus, yang mengenalkan platform Millealab Creator. Aplikasi ini memungkinkan guru membuat media pembelajaran interaktif dan menarik. Menariknya, platform ini dapat terintegrasi dengan teknologi Virtual Reality (VR), yang memberikan pengalaman belajar yang lebih imersif bagi siswa.
Kegiatan Hari Belajar Guru ini menjadi wadah inspiratif bagi para guru di SMA Negeri 10 Malang untuk terus berinovasi dan mengembangkan pembelajaran yang kontekstual serta menyenangkan bagi siswa. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar di kelas, demi menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakar pada budaya dan nilai lokal.
Ditulis Ibu Titien Prasetyawati
Disunting Firdausya Lana




