MALANG – Bakat bernyanyi sering kali dipandang sebagai anugerah yang diwariskan, namun di SMA Negeri 10 Malang, bakat tersebut diasah secara profesional agar menjadi potensi yang luar biasa. Melalui organisasi Vokalis, siswa-siswi bertalenta diberikan ruang khusus untuk mengembangkan kemampuan olah vokal mereka.

Mengawali masa libur sekolah dengan produktif, organisasi Vokalis menyelenggarakan kegiatan Diklat Vokalis pada tanggal 18 Desember 2025 lalu. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk mengisi waktu luang, melainkan sebagai langkah serius dalam meningkatkan kualitas teknis para anggotanya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pembina Organisasi, Bapak Yudi Fahmin, S.H. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya dedikasi dan keseriusan peserta dalam mengikuti setiap sesi agar ilmu yang didapat bisa teraplikasi dengan maksimal.
Istimewanya, diklat kali ini menghadirkan sosok pemateri yang sangat inspiratif, yakni Kak Addiena. Beliau merupakan alumni SMA Negeri 10 Malang yang kini telah sukses menapaki karier profesional di dunia tarik suara. Kehadiran Kak Addiena memberikan warna tersendiri karena selain membekali teknis, ia juga memberikan motivasi berdasarkan pengalaman nyatanya di industri musik.

Materi yang disampaikan oleh Kak Addiena mencakup fondasi mendasar namun krusial dalam dunia tarik suara. Para peserta diajak untuk mengenali karakteristik vokal masing-masing melalui sesi pengenalan jenis suara, serta mendalami teknik pernapasan sebagai kunci utama stabilitas saat bernyanyi. Selain itu, Kak Addiena juga memaparkan materi mengenai vocal register, yaitu teknik transisi suara yang bertujuan agar vokal yang dihasilkan terdengar lebih halus, bertenaga, dan terjaga kualitasnya.
Antusiasme peserta memuncak saat sesi vocal exercise dan praktik langsung yang didampingi oleh Kak Addiena. Peserta juga disuguhkan video demonstrasi teknik bernyanyi yang tepat sesuai dengan tipe suara mereka, memberikan gambaran visual yang nyata sebelum tampil di depan publik.
Manfaat nyata dari pelatihan intensif ini dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu anggota Vokalis, Rafa, mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti praktik teknis ini.

“Setelah ikut berlatih, suara saya jadi terdengar lebih enteng dan lebih ‘plong’. Awalnya terasa sedikit terpendam (mendem), sekarang jadi terdengar jauh lebih luwes,” ujar Rafa dengan antusias.
Menjelang akhir acara, suasana menjadi lebih hangat melalui sesi diskusi kelompok. Di sini, para siswa bebas berkonsultasi mengenai kendala vokal yang mereka hadapi secara personal dengan Kak Addiena.
Kegiatan ditutup secara resmi oleh Bapak Yudi Fahmin dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Diklat ini tidak hanya berhasil memberikan wawasan teknis baru bagi para siswa, tetapi juga meninggalkan memori manis dan semangat baru bagi keluarga besar Vokalis SMAN 10 Malang untuk terus berkarya di masa depan.
Ditulis oleh : Chiara Dewi Chatlina Sabikah & Tim Kesiswaan
Disunting Marcom




